Barat Ditambah Bingung, Rusia Belum Juga Kerahkan Kekuatan Udara Besar-besaran Untuk Serang Ukraina

 
https://www.antuzia.tech/2022/03/barat-ditambah-bingung-rusia-belum-juga.html



 Sebelum Rusia menginvasi Ukraina, intelijen AS memperkirakan bahwa Moskwa akan dengan cepat mengerahkan kekuatan udaranya yang besar untuk mendominasi langit Ukraina.

 Namun, ketika invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama enam hari, Rusia tak kunjung mengerahkan kekuatan udaranya yang besar ke Ukraina.

 Melesetnya prediksi intelijen AS tersebut membuat sejumlah pejabat bingung dan mereka tidak bisa menjelaskannya dengan tepat, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (2/3/2022).

“Mereka (Rusia) mungkin belum mau mengambil risiko tinggi dengan pesawat dan pilot mereka sendiri,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS, yang enggan disebutkan namanya.

https://www.antuzia.tech/2022/03/barat-ditambah-bingung-rusia-belum-juga.html



 Bila dibandingkan, kekuatan udara Ukraina dengan Rusia layaknya David dan Goliath. Dengan kata lain, sangat jauh perbedaan kekuatan antara keduanya.


 Setelah Rusia melancarkan serangan pembuka pada 24 Februari, para analis memperkirakan militer Rusia akan segera mencoba menghancurkan angkatan udara dan pertahanan udara Ukraina.

 Kelompok think-tank RUSI di London mengatakan, langkah tersebut tampak sangat logis seperti yang terlihat di hampir setiap konflik militer sejak 1938.

Sebaliknya, jet tempur angkatan udara Ukraina masih melancarkan tangkisan serangan udara dan serangan darat tingkat rendah.

 Sedangkan Rusia masih terbang melalui wilayah udara yang diperebutkan. Di sisi lain, pasukan Ukraina yang memiliki roket permukaan-ke-udara masih mampu mengancam pesawat Rusia dan menimbulkan risiko bagi pilot Rusia yang mencoba mendukung pasukan darat.

 "Ada banyak hal yang mereka lakukan yang membingungkan," kata Rob Lee, seorang spesialis militer Rusia dari Foreign Policy Research Institute. Dia mulanya menduga, awalan perang akan menjadi penggunaan kekuatan secara maksimal.

Baca Juga:Kartu Prakerja Gelombang 23 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

“Karena semakin bertambahnya hari, biaya dan risikonya pasti naik. Mereka tidak melakukan itu dan sangat sulit untuk menjelaskannya karena alasan yang realistis,” ujar Lee.

 Melesetnya prediksi serangan udara besar-besaran dari Rusia tersebut muncul ketika AS menolak seruan Kiev untuk zona larangan terbang yang dapat menarik Washington secara langsung ke dalam konflik dengan Rusia.

 Sejumlah pakar militer juga melihat bukti kurangnya koordinasi antara angkatan udara Rusia dan formasi pasukan darat. Beberapa kolom pasukan Rusia bahkan dikerahkan terlalu maju di luar jangkauan pertahanan udara mereka sendiri.

Kondisi itu membuat tentara Rusia rentan terhadap serangan dari pasukan Ukraina, termasuk drone buatan Turki dan rudal anti-tank dari AS dan Inggris.

 David Deptula, pensiunan jenderal bintang tiga Angkatan Udara AS yang pernah memimpin zona larangan terbang di Irak utara, mengaku terkejut bahwa Rusia tidak bekerja lebih keras untuk membangun dominasi udara sejak awal.


 "Rusia baru tahu bahwa mengoordinasikan operasi multi-domain tidak mudah, dan bahwa mereka tidak sebaik yang mereka duga,” kata Deptula kepada Reuters.

 Ketika kinerja pasukan Rusia dinilai buruk dalam invasinya, militer Ukraina justru melebihi harapan sejauh ini.

 Pengalaman Ukraina dari delapan tahun terakhir mengenai pertempuran dengan pasukan separatis yang didukung Rusia di timur didominasi oleh perang parit gaya Perang Dunia I.

Sebaliknya, pasukan Rusia mendapat pengalaman tempur di Suriah dan menunjukkan beberapa kemampuan untuk menyinkronkan manuver darat dengan serangan udara serta drone.

 Kemampuan Ukraina yang masih terus menerbangkan jet-jet angkatan udaranya merupakan bukti kapabilitas negara tersebut dalam menghadapi serangan.

 Hal tersebut telah menjadi pendorong moral, baik untuk militernya sendiri maupun rakyat Ukraina. Menjelang invasi, sejumlah pejabat AS memperkirakan bahwa Rusia berpotensi menyiapkan ratusan ribu pesawatnya untuk menginvasi Ukraina.

 Namun, pejabat senior AS pada Selasa menolak untuk memperkirakan berapa banyak pesawat tempur Rusia, termasuk helikopter serang, yang mungkin masih tersedia dan di luar Ukraina.

0 Response to "Barat Ditambah Bingung, Rusia Belum Juga Kerahkan Kekuatan Udara Besar-besaran Untuk Serang Ukraina"

Posting Komentar